Aktivitas ekstraktif (ekstrativisme) untuk menggenjot PDB secara nyata telah menyisakan berbagai problem antara lain : krisis ekologis, alih fungsi lahan, deforestasi, penurunan biodiversity, dan konflik social. Dampak ekologis tersebut secara langsung telah menghilangkan nilai ekonomi sumber daya khususnya jasa ekosistem sebagai indikator nilai ekonomi langsung (direct use value) maupun tidak langsung (indirect use value). Nilai ekonomi inilah yang saat ini lepas dan dianggap sebagai indikator eksternal yang justru ditanggung oleh masyarakat bukan oleh pemilik modal sendiri. Padahal seyogyanya dalam prinsip sustainable development, valuasi nilai ekonomi dampak harus diinternalisiasi dalam penghitungan PDB. Kesimpulannya basis penghitungan melalui pendekatan GDP-oriented sebenarnya tidak mencerminkan implementasi prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainable development principles).
Sumber Gambar : bbc.com
Selengkapnya : PARADOKS ECO-NOMIC
